Support & Resistance, Bounce!

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Sebelumnya kita telah membahas mengenai price movement patterns. Jika ditinjau lebih dalam, ada sebuah faktor yang membatasi harga pergerakan saham. Faktor yang membatasi ini termasuk ke dalam salah satu indikator teknikal dalam teknikal analisis, yaitu garis support dan resistance. Garis support merupakan garis maya yang ‘menopang’ harga saham disaat terjadi pola downtrend sehingga harga saham tidak ‘terjun’ lebih dalam. Sedangkan garis resistance merupakan garis maya yang ‘menghambat’ harga saham disaat terjadi pola uptrend sehingga harga tidak ‘melonjak’ lebih tinggi.

Berbeda dengan indikator teknikal lainnya (seperti stochastic fast, moving average convergence / divergence, bollinger bands, dll.) dimana di dalam mayoritas platform trading yang disediakan oleh sekuritas sudah tersedia secara otomatis dan kita bisa membacanya indikatornya secara langsung. Garis support dan resistance harus kita gambar secara manual terlebih dahulu. Bagaimana langkah-langkah menggambarnya? Mari kita simak ilustrasi pergerakan harga saham emiten Elnusa Tbk. (ELSA) pada periode Januari 2018-Desember 2018 berikut ini.

Ilustrasi garis support dan resistance

 

Untuk menggambar garis support dan resistance ini kita perlu meninjau pergerakan harga dalam periode yang cukup panjang untuk dapat melihat polanya. Saat kita melihat terdapat pembalikan arah setidaknya dua kali atau lebih, maka saat itulah kita menggambarkan sebuah garis. Sedangkan untuk menentukan garis itu merupakan garis support atau resistance, tergantung dari posisi dimana saat ini harga berada. Dalam kasus ini, saat ini ELSA bergerak diantara garis S1 dan R1. S merupakan garis support dan R merupakan garis resistance. Angka dibelakang huruf S atau R merupakan tingkatan levelnya. Dalam pembahasannya support dan resistance memiliki empat karakter, support tested, breakdown, resistance tested, dan breakthrough. Mari kita kupas satu persatu.

  1. Support tested. Yaitu kondisi dimana garis support berhasil menopang turunnya harga dan harga kembali memantul berbalik ke arah atas. Pada ilustrasi di atas kondisi ini ditunjukkan dengan panah berwarna hijau. Hal ini menunjukkan bahwa garis penopang ini teruji untuk menahan harga untuk tidak turun lebih dalam.
  2. Breakdown. Yaitu kondisi dimana garis support gagal menopang turunnya harga dan harga terus bergerak turun di bawah garis ini.
  3. Resistance tested. Yaitu kondisi dimana garis resistance berhasil menghambat naiknya harga dan harga kembali memantul berbalik ke arah bawah. Pada ilustrasi di atas kondisi ini ditunjukkan dengan panah berwarna merah. Hal ini menunjukkan bahwa garis penahan ini teruji untuk menahan harga untuk tidak naik lebih tinggi.
  4. Breakthrough. Yaitu kondisi dimana garis resistance gagal menahan naiknya harga dan harga terus bergerak naik di atas garis ini.

Perlu dicatat bahwa ‘memantul’nya pergerakan harga yang terjadi dalam kondisi ‘support tested’ maupun ‘resistance tested’ tidak selalu tepat pada garis yang telah kita gambarkan. Ada kalanya tepat, sedikit melebihi, ataupun tidak sampai tepat menyentuh garis. Ketika terjadi kondisi breakdown ataupun breakthrough, maka garis yang sebelumnya merupakan garis resistance maka akan berubah menjadi status menjadi garis support, begitu pula sebaliknya.

Beberapa kesalahan dalam menentukan garis support dan resistance ini diantaranya adalah meninjau pergerakan harga dalam time frame yang singkat padahal seharusnya ditinjau lebih jauh, juga dalam menentukan garisnya kita terlalu kaku harus tepat pada suatu titik yang tersentuh padahal tidak selalu tepat.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin