Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Laporan keuangan perusahaan terdiri atas lima macam, salah satu laporan keuangan yang perlu perhatikan oleh investor adalah laporan arus kas. Dalam menganalisis suatu saham, para investor biasanya terlalu fokus pada informasi laba perusahaan yang terdapat pada komponen laporan laba rugi, namun tidak terlalu memperhatikan laporan arus kas. Laporan arus kas terdiri atas tiga jenis yaitu arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan. Secara sederhana, laporan arus kas mencatat penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama satu periode. Laporan arus kas perlu dicermati karena melengkapi laporan keuangan lain (laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan). Laporan arus kas disusun menggunakan dasar kas, sedangkan laporan keuangan lain menggunakan dasar akrual. Dasar akrual mengharuskan perusahaan mengakui pos-pos sebagai aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban ketika pos-pos tersebut sesuai dengan definisi dan kriteria pengukuran standar akuntansi keuangan.

Laporan arus kas menjelaskan berapa banyak jumlah uang yang masuk dan keluar dari perusahaan. Laporan arus kas dapat disusun setelah terbentuk laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan posisi keuangan. Arus kas operasi (operating cash flows) disusun menggunakan komponen laporan posisi keuangan, komponen aset lancar, dan liabilitas lancar. Semua aset tetap membentuk arus kas investasi (investment cash flows) dan liabilitas jangka panjang beserta ekuitas membentuk arus kas pendanaan (financing cash flows).

Gambar 1. Komponen Arus Kas

Dari sisi konsep keuangan, arus kas merupakan laporan keuangan yang lebih diperlukan untuk membantu pengambilan keputusan investasi. Arus kas perlu diperhatikan karena jumlah kas yang diterima dan dikeluarkan perusahaan tidak bisa didapatkan pada laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Arus kas penting untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dan kemampuan untuk bertahan bisnis perusahaannya. Laporan arus kas sering digunakan oleh para analis untuk melihat kinerja keuangan, dimana hal tersebut berkaitan dengan ketersediaan kas untuk diinvestasikan kembali dalam bisnis sehingga laba dan kas yang akan dihasilkan lebih banyak.

Gambar 2. Laporan Arus Kas PTBA Q1 2018

Dapat kita lihat penerapan pembacaan laporan arus kas pada perusahaan PTBA diatas, pada tahun 2018 PTBA menghasilkan kenaikan kas dan setara kas sebesar 4,36 triliun rupiah. Dimana setiap komponen penyusunnya menghasilkan arus kas masuk sebesar 4,41 triliun rupiah pada komponen operasi dan arus kas keluar sebesar 40,47 miliar rupiah pada komponen investasi. Sedangkan komponen arus kas pendanaan tidak menghasilkan arus kas masuk maupun keluar.

Secara sederhana, dari laporan arus kas tersebut dapat menjelaskan bahwa PTBA merupakan perusahaan yang sudah mapan, namun tetap melakukan pengembangan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya kedepannya. Hal ini terlihat dari kas yang diperoleh dari kegiatan operasi mampu membayar kebutuhan investasi berupa pembelian aset tetap. Namun dapat kita lihat juga bahwa PTBA pada kuartal 1 2018, belum membagikan deviden kepada pemegang saham.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin