Bullish vs Bearish, Sebuah Strategi Perang.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Bayangkan jika kita menjadi seorang jenderal di dalam sebuah peperangan. Tujuan kita adalah untuk menguasai daerah kekuasaan lawan perang kita. Tentu untuk bisa menguasai daerah lawan kita memerlukan pos-pos komando sebagai tempat berkumpulnya pasukan kita. Ketika kita sudah memerintahkan pasukan kita untuk menyerang beberapa pos komando lawan kita, sebagai jenderal kita harus mempertimbangkan strategi berikutnya. Apakah kita akan “mempertebal” pasukan kita di pos komando lawan yang sudah kita rebut, ataukah membiarkan sedikit pasukan dan membuka peluang lawan untuk memukul kembali?

Lalu apakah korelasinya strategi perang di atas dengan dunia pasar modal? Mari kita bayangkan bahwa pos-pos komando tersebut adalah pos-pos harga perdagangan saham. Namun, dalam hal ini yang menjadi jenderal adalah banyak orang dikarenakan yang memutuskan untuk menyerang atau mundur adalah seluruh trader saham.

Kejadian ini pada pasar modal umumnya disebut sebagai tindakan bullish dan bearish. Bullish sendiri menggambarkan seekor banteng, dimana saat menyerang mereka akan mengarahkan tanduknya ke arah atas. Bearish menggambarkan seekor beruang, dimana saat menyerang mereka akan mengarahkan cakarnya ke arah bawah. Sehingga dapat dianalogikan, ketika pasukan banteng menyerang dan mengarahkan tanduknya ke atas, pos-pos harga di atasnya akan diserang atau dengan kata lain harga saham naik. Begitupula ketika pasukan beruang mulai menghempaskan cakarnya ke arah bawah, pos-pos harga di bawah akan diserang atau dengan kata lain harga saham turun.

Singkat kata saat harga naik kondisi ini disebut bullish, dan saat harga turun disebut bearish.

Lalu bagaimana dengan jumlah pasukan seperti yang terjadi pada analogi di atas? Pasukan yang dimaksud di sini adalah jumlah lot (100 lembar saham) yang diperdagangkan. Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini,

Kolom sisi kiri merupakan kolom bid dan sisi kanan merupakan kolom offer dalam satuan lot, sedangkan kolom di tengah merupakan harga yang sedang diperdagangkan. Kolom bid menggambarkan pasukan banteng yang mengisi pos-pos harga dan kolom offer menggambarkan pasukan beruang. Angka dengan warna merah muda merupakan harga penutupan di hari sebelumnya, angka dengan warna biru merupakan harga di atasnya, dan angka harga warna merah merupakan harga di bawahnya.

Pada ilustrasi di atas sedang terjadi kondisi bullish dikarenakan pasukan banteng merebut pos-pos harga di atas harga penutupan di hari sebelumnya. Jika diperhatikan pasukan beruang mempertebal pasukannya di pos-pos harga berikutnya untuk menghadang pasukan banteng untuk terus merebut pos harga 2140 dan seterusnya. Ketika ada seorang trader memutuskan membeli di harga 2140 sebanyak 100 lot maka pasukan beruang akan gugur/berkurang 100. Namun saat seorang trader memutuskan untuk ”mengantri” di harga 2130 sebanyak 100 lot maka pasukan banteng akan bertambah 100 dan mempertebal pos harga 2130.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin