Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Jika kita meninjau lebih lanjut pergerakan harga saham, pergerakannya secara umum membentuk sebuah pola aliran terkadang menyempit dan terkadang membesar. Hal ini secara teknis dikarenakan pergerakan harga saham dibatasi oleh sebuah garis, garis tersebut adalah garis Bollinger Bands. Apa itu bollinger bands? Bollinger bands adalah sebuah indikator teknikal yang digunakan dalam analisis teknikal, ditemukan oleh John Bollinger pada tahun 1980an. Secara umum, bollinger bands adalah garis yang mengukur batas atas dan batas bawah harga saham relatif terhadap pergerakan harga saham di periode sebelumnya. Bollinger bands sendiri dibentuk berdasarkan harga rata-rata selama periode tertentu.

Bollinger bands memiliki tiga komponen, BB Upperbound, BB Center, dan BB Lowerbound. Secara ilustratif garis garis tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini. BB Upperbound ditunjukkan dengan garis berwarna kuning, BB Center ditunjukkan dengan garis berwarna hijau, dan BB Lowerbound ditunjukkan dengan garis berwarna biru. Pada umumnya perhitungan matematis dalam pembentukan garis ini dibentuk oleh data historis pergerakan harga saham ditinjau dari harga pembukaan dan penutupannya.

Gambar 1. Ilustrasi bollinger bands

 

Pada umumnya di aplikasi trading secara default data historis yang digunakan adalah harga pergerakan 20 periode terakhir. Misalnya dalam candlechart daily time frame historis data yang digunakan adalah 20 hari sebelumnya. Untuk BB Center ini dihitung dengan perhitungan SMA (Simple Moving Average). Sedangkan untuk BB Upperbound perhitungannya menggunakan nilai SMA + X kali Standar Deviasinya. Sedangkan untuk BB Lowerbound perhitungannya menggunakan nilai SMA – X kali Standar Deviasinya. Nilai X yang dimaksud bisa diubah pada platform trading anda, namun secara default nilai X ini bernilai 2. Anda bisa mengganti periode Simple Moving Average dan nilai Standar Deviasi X sesuai kebutuhan anda seperti ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Setting untuk parameter periode SMA dan SD

 

Garis bollinger bands ini dapat digunakan sebagai pembantu dalam melakukan analisis teknikal. Misalnya seperti pada gambar ilustrasi di atas, jika pergerakan harga berada pada daerah bawah (berada di antara BB Center dan BB Lowerbound), ditunjukkan pada Gambar 1 dengan lingkaran berwarna biru, maka itu merupakan kondisi teknikal untuk melakukan aksi beli. Sedangkan jika pergerakan harga berada pada daerah atas (berada di antara BB Center dan BB Upperbound) ditunjukkan pada Gambar 2 dengan lingkaran berwarna kuning, maka itu merupakan kondisi teknikal untuk melakukan aksi jual. Semakin pergerakan harga mendekati garis BB Upperbound atau  BB Lowerbound, maka indikator aksi jual/beli semakin kuat. Namun tidak selamanya ketika pergerakan harga sudah menyentuh garis BB Upperbound atau  BB Lowerbound berarti harga akan berbalik arah, adapula dalam beberapa kondisi pergerakan harga akan terus naik dan memaksa BB Upperbound untuk terbuka naik ataupun sebaliknya. Oleh karena itu penggunaan bollinger bands ini dipadukan dengan indikator teknikal yang lainnya seperti garis Support&Resistance, indikator Stochastic, Moving Average Convergence Divergence, dan lain sebagainya.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin