Basic Study

Saat ini jumlah perusahaan yang go-public di Bursa Efek Indonesia berjumlah lebih dari 600 emiten. Sebagai investor atau trader baru pasti cukup sulit untuk menentukan saham perusahaan mana yang akan dibeli. Pada dasarnya dalam investasi saham ada 2 peluang keuntungan yang dicari oleh investor atau trader :

  • Capital-gain, merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital-gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.
  • Dividen, merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Umumnya dividen ini dibagikan setahun sekali. Besarnya nilai dividen yang dibagikan bergantung pada aktivitas dan kinerja perusahaan selama periode sebelumnya.

Untuk itu, agar dapat menentukan saham perusahaan mana yang berpotensi tinggi mendapatkan 2 keuntungan tersebut maka tim kami memberikan basic-basic dalam berinvestasi saham. Dalam Basic Study ini akan dibahas 3 konsep analisis utama dalam berinvestasi saham :

  1. Fundamental Analysis, merupakan analisis yang dilakukan untuk menentukan saham perusahaan mana yang layak untuk dibeli, perusahaan mana yang memiliki kinerja yang bagus, atau sektor industri mana yang sedang dalam performa terbaik.
  2. Technical Analysis, merupakan analisis yang dilakukan untuk menentukan waktu yang tepat untuk membeli suatu saham tertentu, posisi harga saham, atau volume transaksi suatu saham tertentu.
  3. Bandarmology Analysis, merupakan analisis yang dilakukan untuk mendeteksi pergerakan saham sehingga dapat mengetahui suatu saham sedang diakumulasi atau distribusi.

Dengan 3 basic tersebut investor dapat menentukan saham perusahaan mana yang layak untuk dibeli, saham perusahaan mana yang harganya terlalu tinggi, kapan saat yang tepat saat membeli saham, dan kapan saat yang tepat saat menjual saham tersebut.

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on email
Share on print

Related Articles